Bagi yang masih menjaga Tarawih sampai 10 terakhir Ramadan maka cukuplah baginya untuk memuji Allah atas hidayah dan pertolongan yang Allah berikan kepadanya.
Jangan sampai ujub, merasa diri hebat, serta tak perlu juga merasa sebagai “pemain inti”.
Di dalam kitab Hilyatul Auliya’ karya Imam Abu Nu’aim, diriwayatkan oleh Abul Asyhab dari seseorang, bahwa Imam Mutharrif bin Abdillah Asy-Syikhkhir berkata, “Seandainya aku tidur (sepanjang malam) dan pagi harinya aku menyesali itu, itu lebih aku sukai daripada shalat malam sepanjang malam lalu pagi harinya aku merasa ujub dengan semua itu.”
Imam Adz-Dzahabi berkata, “Demi Allah, tidak akan beruntung orang yang merasa dirinya suci atau merasa takjub terhadap dirinya sendiri.”
Ustadz zainul arifin