📚Di era digital sekarang sebagian penuntut ilmu lebih memilih mengoleksi kitab pdf dibanding memiliki kitab fisik. Alasannya bervariasi. Ada yang terhalang finansial, alasan kitab pdf lebih fleksibel disimpan dan dibawa kemana-mana, atau alasan lain yang mungkin bisa dimaklumi.
📝Di sini saya coba bawakan beberapa poin perbedaan yang signifikan antara membaca kitab via online dan membaca kitab fisik:
📒1) Tidak semua kitab pdf itu legal dan diizinkan oleh pihak penulis atau penerbit untuk dijadikan pdf. Dan masalah hak cipta ini memiliki hukum syar'i tersendiri serta undang-undang khusus di tiap negara.
📕2) Banyak kitab bagus yang tidak tersedia dalam bentuk pdf. Rata-rata yang ada di pdf biasanya hasil terbitan Darul Kutub Ilmiyah dsbg yang sebagian masyayikh tidak menyarankannya.
📗3) Fokus ketika membaca kitab di gadget berbeda dengan ketika membaca kitab fisik. Karena di gadget ada aplikasi-aplikasi lain yang bisa dibuka kapan saja, belum lagi notifikasi pesan yang kadang menggoda kita untuk pindah laman. Bisa saja baca kitabnya cuma 10 menit eh pas pindah ke sosmed bisa scroll berjam-jam.
📙4) Kekuatan ingatan. Rata-rata pdf sistem bacanya scroll ke bawah, berbeda dengan kitab fisik yang memiliki dua sisi: kanan dan kiri. Dua sisi ini sangat membantu kita dalam mengingat kalimat yang pernah kita baca, "oh kemarin saya nemu kalimatnya di bab ini bagian sisi kanan bawah". Bahkan beberapa kitab berjilid ada yang digabung menjadi satu pdf sehingga membuat sulit mencari halaman serta daftar isi tiap jilid/juz.
📘5) Dampak pada mata. Kita tahu hp memiliki radiasi serta cahaya yang tidak sehat bagi tubuh dan mata jika berlama-lama menatapnya. Apalagi pdf memiliki font yang lebih kecil dibanding kitab fisik serta bisa dibaca sambil berbaring yang menjadikan dampaknya terhadap mata lebih parah lagi.
📓6) Keleluasaan memberi catatan di sela-sela kitab. Ya walaupun sekarang ada tablet yang bisa nulis langsung di layar dengan berbagai macam fiturnya.
📔7) Suasana yang bener-bener berbeda. Feel duduk di halaman hanya ditemani buku dan secangkir teh tanpa diganggu oleh gejet sangat terasa nikmatnya.
📒8) Desain dan aroma kitab yang memiliki daya tarik tersendiri, serta sensasi yang membuat orang betah memegangnya lama-lama.
📕9) Pandangan orang-orang sekitar. Tak jarang orang berprasangka kita main hp mulu padahal aslinya sedang membaca kitab. Hal ini terkadang membuat kita jaim sehingga tidak mau berlama-lama membaca kitab di hp.
📙10) Dengan membaca kitab fisik yang mana pasti kita membelinya terlebih dahulu, ini secara tidak langsung membantu pihak yang telah berjuang menerbitkan kitab dengan merogoh dana tidak sedikit, penulis yang sudah menghabiskan waktunya, sehingga pihak-pihak ini semangat lagi dalam berkontribusi di dunia tulis menulis. Makanya tak jarang belakangan ini kita lihat ada penerbit yang bangkrut lalu gulung tikar karena minimnya minat membeli kitab.
📋Note: Ini hanya pendapat pribadi hasil pengalaman. Pada akhirnya poin-poin di atas bersifat relatif yang bisa berbeda-beda pada tiap orang. Terlebih ada beberapa keadaan yang mengharuskan kita untuk memakai kitab elektronik seperti ketika mengerjakan makalah -bukan di perpus- yang butuh bolak-balik dari kitab referensi satu ke kitab referensi lainnya. Dan saya pribadi juga tidak sepenuhnya memakai kitab fisik. Namun jika ditanya mana yang lebih afdhal saya akan saranin kitab fisik.
Ustadz muhammad taufiq