SEORANG WANITA, KUAT MEMENDAM CINTA
Menunggu seorang wanita datang untuk menawarkan dirinya agar dijadikan isteri kepada seorang laki-laki, karena perasaan cintanya kepada laki-laki tersebut, itu sangatlah langka. Karena kebanyakan wanita, sangat kuat memendam cinta, tidak sama dengan laki-laki.
Berkata Al-Imam Ibnu Muflih -Muhammad bin Muflih rahimahullah (wafat 763H)
الرجل يكتم بُغض المرأة أربعين يوما، ولا يمكنه أن يكتم حبها يوما.
Seorang laki-laki itu (mampu) menyembunyikan kemarahan (ketidaksenangan) kepada seorang wanita selama 40 hari, namun ia tidak mampu menyembunyikan cintanya (kepada seorang wanita) walaupun sehari saja
والمرأة تكتم حب الرجل أربعين يوما، ولا يمكن أن تكتم بغضه يوما.
Sedangkan seorang wanita itu (sanggup) menyembunyikan kecintaan kepada seorang laki-laki selama 40 hari, namun ia tidak mampu menyembunyikan kemarahannya (kepada seorang laki-laki) walau satu hari saja. (al-Adabus Syar'iyyah karya Ibnu Muflih (jilid: 3/hal. 134).
Kalau memang tidak ada juga seorang laki-laki datang melamar dan melihat ada laki-laki yang baik agama dan akhlaknya, baik laki-laki itu masih sendiri atau sudah beristeri, maka tawarkan dirimu. Katakan padanya, "Aku mencintaimu dan ingin menikah denganmu. Datanglah kepada bapakku untuk meminangku."
Hal ini tidak mengapa, yang tidak boleh mengatakan cinta terlebih dahulu kepada seorang laki-laki untuk berpacaran atau memadu kasih, ini yang keliru.
Berkata Syekh Bin Baaz rahimahullah :
" وكذا لو رغبت المرأة في الرجل الصالح فتقول يافلان أحببتك في الله ولا مانع عندي أن تخطبني من أبي، هذا لابأس به ".
Dan demikian pula jika seorang wanita berhasrat kepada seorang laki-laki sholeh, maka dia berkata, "Wahai pulan, saya mencintaimu karena Allah, dan tidak ada yang menghalangiku, untuk kamu (mendatangi) Ayahku meminangku." Ini tidak mengapa.
Dan beliau juga mengatakan :
وقول المرأة للرجل (أحبك في الله) لابأس به بل يجب أن يكون التحاب بين المؤمنين (والمؤمنون والمؤمنات بعضهم أولياء بعض) وقول الرسول صلى الله عليه وسلم (ثلاث من كن فيه وجد بهن حلاوة الايمان وذكر منها: أن يحب المرء لايحبه الا لله. ".ا. هـ.
Dan perkataan seorang wanita kepada seorang laki-laki (Aku mencintaimu karena Allah) ini tidak mengapa, bahkan wajib antara mukmin saling mencintai (Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. At Taubah 71). Dan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam (“Tiga sifat yang jika ada pada diri seseorang, ia akan meraih manisnya iman dan disebutkan darinya : ia mencintai seseorang, tidaklah mencintainya melainkan karena Allah).(Kitab An Nikah Min Shahih Al Bukhari).
Oleh karena itu, jika ada seorang wanita yang datang menawarkan diri untuk dinikahi, dan kita mengetahui kebaikan agama dan akhlaknya, segera eksekusi, terimalah dan nikahi dia, ini pasti cintanya kepadamu sangatlah dahsyat dan menggelora.
Bagaimana kalau seorang laki-laki itu sudah beristeri? Ini yang berat, karena berpoligami itu tidaklah mudah, mesti terpenuhi syarat-syaratnya.
Kalau saya sendiri, sangatlah berat, tetapi jika ada juga datang seorang wanita yang baik agama dan akhlaknya, apalagi kalau cuaantik, muda dan kaya, menawarkan diri untuk menjadi isteri kedua, ya bisa dipertimbangkan dan bisa didiskusikan dengan isteri pertama.
AFM
Copas dari berbagai sumber