Pernah suatu ketika menulis sebuah tulisan motifasi dan mendapatkan arahan dan koreksi dari Ustadzuna Ustadz Rizal Yuliar - Hafidzhullah- ... Jazaahullah khoiran.
Kurang lebih isi WA beliau demikian:
" Masyaallah..
Barakallahu fikum wa ahsanallahu ilaykum..
Pada ungkapan "hasil tidak akan mengkhianati usaha" menurut antum pripun ustadzana..?
Ada benarnya, namun bila secara mutlak akan ada "kesan" bahwa hasil pasti akan sesuai dengan langkah-langkah yang diupayakan. Padahal, hasil pure sepenuhnya adalah ketetapan Allah ta'ala, dan terkadang menguji seorang hamba dengan mendapatkan yang tidak sesuai dengan ekspektasinya.
Nabi Nuh alaihissalam berdakwah 950 tahun dan hasilnya ada anak yang tewas dalam banjir. Nabi Ya'qub alaihissalam telah meminta anak-anaknya berpencar saat memasuki Mesir agar tidak menarik perhatian sehingga tertawan, akhirnya mereka tidak dapat kembali bersama ke kampung halaman. Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sudah menyiapkan diri untuk umrah, namun tertahan di Hudaibiyah, dll.
Wallahu A'lam, ana memandang, akan lebih tepat bila diungkapkan demikian;; "yakinkan bahwa dengan upaya maksimal disertai tawakkal, prasangka baik kepada Allah ta'ala serta lapang dada atas setiap ketetapan-Nya, niscaya Allah ta'ala memberikan keputusan terbaik bagi hamba yang selalu bergantung kepada-Nya".
Wallahu A'lam.
Kalau ana keliru mohon dikoreksi njih ustadz 🙏🏻 "
Begitulah para asatidzah kami, amat peka dan hati hati dalam menjaga adab dg Allah, menjaga kemurnian tauhid, sampai dalam pemilihan diksi kata katapun kita diajarkan untuk teliti dan jangan sampai ada satu kata yang berseberangan dg aqidah yang benar...
Alhamdulillah yang telah mengajarkan kepada kami banyak kebaikan, dan menemukan kami dengan mereka yang selalu memberikan bimbingan...
Ustadz ihsan